CERPEN CINTAKU YANG TERPAKU
a) Novian (aku) : ia adalah tokoh aku yang pemalu, semangat dan tak pantang menyerahb) Fara : Seorang sahabat yang baik untuk novian, dan selalu membantu setiap
novian mempunyai masalah
c) Endah : Seorang gadis cantik dan baik yang novian sukai
Di SMA inilah pengalaman cinta yang ku dapat begitu banyak. beranjak ke semester pertama aku mulai mengenalnya tanpa sengaja. Itu juga aku mengenalnya sewaktu berpapasan dikelas. Seseorang wanita yang ku kenal beda dengan wanita-wanita yang ku kenal. Di mulai dari situlah aku mulai sangat semangat untuk sekolah.
Keesokan harinya angin pagi begitu dingin dan selalu menyapa tubuhku dengan hebusannya. Lalu pagi itu juga ketika disekolah aku mulai mencari informasi tentang wanita itu, akhirnya aku menceritakan perasaan ku ini dan meminta bantuan kepada sahabat ku yaitu fara, fara adalah sahabat yang sudah ku percayai sejak ku duduk di bangku SMP. Dan fara pun dengan senang hati membantuku.
Hari pun berlalu, pagi hari disekolah dan aku langsung bergegas menghampiri fara untuk mengetahui tentang wanita itu. Dan semua informasi tentang wanita itu telah ku ketahui. Wanita itu adalah endah, anak dari kelas sepuluh empat yang sangat pintar dan juga baik hati. Dan aku juga telah mendapatkan nomor ponselnya. Pendekatan pun di mulai.
Setiap malam, dikamar selalu aku mengirimnya pesan singkat agar ia tak lupa pada ku. Aku yakin ia mempunyai rasa yang sama terhadap ku. Selalu ia yang aku ingat, kalau dalam lagu ibaratnya “ wajahmu mengalihkan duniaku “, tapi bagiku wajahmu merusak konsentrasi ku, untung saja hal ini tidak membuat aku menjadi malas belajar. Dan malah membuat ku menjadi rajin dalam hal apapun khususnya dalam belajar.
Telah lama aku melakukan pendekatan terhadap endah, sudah sekitar hampir satu semester dan masuk ke semester dua. Jika ku ingat ia, semakin mantap hati ini jika endah ku pilih menjadi pacar ku, tapi, tak semudah itu, aku dan dia terkadang sempat bertengkar daan bermusuhan, karna sikapnya begitu berbeda saat dipesan dengan secara langsung, ketika disekolah sikapnya begitu dingin terhadapku hal itulah yang membuatku kesal tapi aku selalu mencoba bersabar.
Dan tiap malam tak lupa mengiriminya pesan, dan kami pun semakin dekat walaupun tanpa adanya status yang jelas. Waktu semakin berlalu, dan aku pun belum juga berani menyatakan perasaan ini kepada endah. Sahabat-sahabat ku selalu mengingatkan ku agar aku cepat menyatakan perasaan ku ini.tapi apa daya aku tak pernah berani untuk melakukan itu. Sampai-sampai aku di juluki “novian leleki pengecut” , aku di cap seperti itu oleh sahabat-sahabat ku. Sungguh sakit hati ini, tapi apa boleh buat , memang seperti inilah aku.
Aku tak punya keberanian untuk itu,Seakan hati ini tertancapkan paku yang sangat dalam, dan keberanian ku, terdapat didalam tancapan pakuu yang sangat dalam, dan sulit untuk keluar. Cukup tragis pengibaratan ini. Tapi aku tak pernah mengeluh terhadap keadaan ku yang seperti ini, yang aku bisa hanya mensyukuri apa yang telah di berikan kepada ku.
Memasuki pertengahan semester dua disekolah, sedikit-sedikit aku mulai ada keberanian mengobrol bersama lewat telepon, dan juga aku sering mencoba untuk mengajaknya ke kantin bersama. Tapi hal itu tak pernah aku tepati, dan selalu aku membatalkannya. Akhrnya pun kebohongan ku terhadap endah sudah terlampau banyak, dan endah tampaknya mulai tak mau mempercayai segala omongan ku dan ia mulai membenci ku, dan akhirnya ia memutuskan untuk memusuhi ku.
Sudah lama kami bermusuhan, tak ada kabar tentang kedekatan kami berdua, oleh karena itu aku memutuskan untuk melupakan endah dan mencari wanita lain. Tak lama aku mulai mendekati vita. Ia adalah teman ku sewaktu di SMP, dan juga satu sekolah di SMA ini. Sepertinya niat ku mendekati vita adalah langkah pelarian cinta ku terhadap endah, dan sebenarnya pun aku tak enak dengan vita. Yang terpenting vita tak mengetahui niat buruk ku ini.
Sama seperti saat aku mendekati endah waktu itu, tiap malam pun tak lupa mengiriminya “short message service” atau bahasa gaulnya SMS. Cukup lama aku melakukan pendekatan terhadap vita, dan kami pun mulai berani dengan sebutan nama OM dan TANTE. Seperti seakan-akan kami sudah berhubungan lebih dari seorang teman.
Hari pun berlalu, dan kini aku mulai merasa ada rasa yang beda terhadap vita, dan aku sadar itu adalah CINTA. Dan pada malam itu juga aku putuskan untuk menyatakan perasaanku terhadap vita. Dan mulai lah aku menyatakan perasaanku ini melalui pesan singkat yan isinya :
“te, om mw bicara sswatu nh?, tapi agak pribadi sh,,, masalah hati nh, om mulai ada perasaan yang beda sma tante dan om juga udah mulai syg sma tante, tante mw ga jd pacar om? om tunggu ya jawaban tante,, !
Begitulah isi pesan singkat, yang berisi pernyataan perasaanku terhadap vita dan mulai aku kirim. Berdebar lah kencang jantung ku saat menunggu balasan dari vita, dan tiba-tiba terdengar bunyi tanda pesan dari ponsel ku dan menandakan vita telah membalas pesanku. vita pun membalas :
“sorry ya om, tante blm bisa jwb skrng prtnyaan tu,, tante blm bisa, tante btuh waktu tuk jwb tu,,
Terhentak diri ku ketika membaca pesan dari vita yang berisi bahwa ia belum bisa menjawabnya, ia butuh waktu untuk itu. Langsung berhenti debaran kencang jantungku ketika membaca itu. Lalu aku membalas pesan dari vita :
“oh, yaudah te kalo gtu, aku hargai keputusan saat ini. Ok lah.. om bakalan tunggu jawabanmu te,, tapi jgn lma2 yaak,,
Begitu balasan ku
Dan hari pun telah berganti, terasa cepat bagi ku, kini dihati ku tak ada cinta, yang ada hanya perasaan was-was menunggu jawanban dari vita. Akhirnya, saat yang ku tunggu datang juga, dan vita pun menerima ku menjadi pacarnya, alangkah senang hati ku ini. Dan kami pun resmi berpacaran.
Saat malam itu, aku tak bisa tidur memikirkan hubungan kami yang masih sumur biji jagung ini, aku terlamun dan tersirat endah dalam pikiranku. Aku tak tau mengapa aku bisa memikirkannya, padahal aku telah memutuskan untuk bermusuhan waktu itu, tapi mengapa endah datang lagi dalam benak ku ini.
Hingga pagi datang pun selalu endah yang ku pikirkan, akhirnya tanpa pikir panjang, aku putuskan huubungan ku dengan vita, dan tanpa penjelasan apa-apa selesailah hubungan kami pagi itu. Hampa hati ku ini.
Pagi hari disekolah, rumput-rumput bergoyangan, yang seakan ingin menghiburku dalam kekosongan ini, hari-hari ku yang kembali seperti biasa dan tak ada cinta, ataupun rasa yang membuatku beda.
Aku mulai terfikirkan oleh endah, wanita pertama yang aku suka, aku cintai sejak akiu sekolah di SMA ini, dan aku telah mengecewakannya. Fara pun menghampiri dan dia memberitahuku bahwa endah telah mempunyai pacar, sungguh sakit hati ini mendengarnya, aku sangat terpukul, bagaimana tidak, kami sudah melalui masa pendekatan dan gara-gara kebeohongan ku semuanya menjadi seperti ini.
Aku sadar bahwa ulah ku waktu itu dapat mematikan diriku sendiri. Mungkin aku harus meminta maaf kepada endah, tapi aku bingung apa yang harus aku katakan, mengingat hal waktu itu. Dan akhirnya malam itu aku memberanikan diri untuk meneleponnya, ku dengar jawaban, suara halus yang menjawab salam ku, ternyata endah sudah tak marah padaku, malahan ia juga mengaku salah karena telah bersikap dingin terhadap ku.
Dan akhirnya kami bermaafabn dan diantaraa kami sudah tak ada masalah dan kini aku sudah tak ada perasaan cnta untuk endah, karena ku tau ia sudah mempunyai kekasih, pleh sebab itu aku harus melupakan perasaan cintaku.
Akhirnya cinta yang terpaku oleh rasa malu, dan tak berani itu, berubah menjadi rasa saya sayang untuk sahabatku endah.
.................................................................................End........................................................................................
0 komentar:
Posting Komentar